Restoran

Cara Menulis Menu Restoran yang Menjawab Pertanyaan Tamu

Menu bukan sekadar daftar nama makanan dan harga. Menu yang ditulis dengan baik menjawab pertanyaan tamu sebelum mereka memanggil pelayan, mempercepat pemesanan, dan mengurangi hidangan yang dikembalikan karena tidak sesuai harapan.

Oleh Tim Askoo · · 4 menit baca

Pertanyaan yang paling sering diajukan tamu

Sebelum menulis ulang menu, catat pertanyaan yang sering diajukan kepada pelayan atau lewat chat. Biasanya berkisar pada:

  • "Ini isinya apa?"
  • "Pedas tidak?"
  • "Porsinya untuk berapa orang?"
  • "Ada yang tanpa kacang atau tanpa udang?"
  • "Harganya sudah termasuk pajak?"
  • "Ada menu untuk anak-anak atau yang tidak pedas?"

Setiap pertanyaan yang terus berulang adalah informasi yang seharusnya sudah ada di menu.

Nama dan deskripsi hidangan

Nama yang kreatif boleh saja, tetapi harus diikuti deskripsi yang lugas. "Nasi Goreng Resep Kakek" terdengar menarik, tetapi tamu tetap perlu tahu isinya.

Deskripsi yang baik menjawab tiga hal dalam satu kalimat: bahan utama, cara memasak, dan pendampingnya.

Nasi Goreng Kampung: nasi goreng bumbu terasi dengan teri medan, telur mata sapi, dan kerupuk. Rp32.000

Hindari kata sifat yang berlebihan seperti "lezat" dan "nikmat". Semua restoran mengklaim makanannya lezat; tamu lebih terbantu oleh informasi tentang bahan dan rasa.

Porsi dan level pedas

  • Porsi: untuk hidangan yang biasanya dimakan bersama, tulis perkiraan jumlah orang, misalnya "untuk 2–3 orang", atau beratnya, misalnya "ikan 500–600 gram".
  • Pedas: gunakan skala yang konsisten, misalnya ikon cabai 0 sampai 3, dan jelaskan arti skalanya di bagian atas menu. Sebutkan juga apakah level pedasnya bisa diatur.
  • Hidangan yang dihitung per berat: untuk seafood atau iga yang dihargai per 100 gram, tulis cara perhitungannya dan perkiraan harga per porsi.

Alergen dan bahan khusus

Banyak tamu memiliki alergi atau pantangan makanan. Tandai hidangan yang mengandung bahan pemicu alergi yang umum:

  • Kacang tanah dan kacang-kacangan lainnya.
  • Udang, kepiting, cumi, dan hasil laut lainnya.
  • Susu dan produk olahannya.
  • Telur.
  • Gandum atau gluten.
  • Kedelai.

Tandai juga bahan yang sering menjadi pertimbangan karena keyakinan atau gaya hidup, seperti babi dan alkohol, termasuk angciu atau mirin yang dipakai sebagai bumbu, serta hidangan yang cocok untuk tamu vegetarian.

Untuk klaim halal, tuliskan hanya jika restoran Anda memang sudah bersertifikat halal. Jika belum, lebih baik jelaskan bahannya apa adanya daripada membuat klaim yang tidak bisa dibuktikan.

Tambahkan kalimat di bagian bawah menu: "Punya alergi? Beri tahu pelayan sebelum memesan." Dapur yang sama biasanya dipakai untuk banyak hidangan, sehingga kontaminasi silang tetap mungkin terjadi.

Keluarga yang datang bersama anak kecil hampir selalu bertanya apakah ada menu yang tidak pedas atau porsi yang lebih kecil. Jika Anda punya menu anak, buat bagian tersendiri. Jika tidak, tandai hidangan yang bisa dibuat tanpa cabai atau dipesan dengan porsi setengah.

Hal yang sama berlaku untuk pilihan vegetarian atau hidangan yang bisa dibuat tanpa bahan tertentu. Tulis yang memang bisa diubah dapur, misalnya "bisa tanpa udang" atau "bisa tanpa MSG", dan jangan menjanjikan perubahan yang sulit dilakukan saat dapur sedang ramai.

Foto hidangan

Foto membantu tamu memutuskan, terutama untuk hidangan yang namanya kurang dikenal. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Pastikan foto sesuai dengan porsi dan penyajian yang sebenarnya. Tamu yang menerima hidangan berbeda dari fotonya cenderung kecewa.
  • Tidak semua hidangan perlu difoto. Prioritaskan menu andalan dan hidangan yang paling sering ditanyakan.
  • Perbarui foto saat penyajiannya berubah, misalnya ketika piring atau pendampingnya diganti.

Harga, pajak, dan biaya layanan

Ketidakjelasan soal pajak dan service charge sering memicu keluhan di ulasan restoran. Tulis dengan jelas di bagian atas atau bawah setiap halaman menu, misalnya:

Harga belum termasuk pajak restoran 10% dan service charge 5%.

atau

Semua harga sudah termasuk pajak dan biaya layanan.

Pastikan angka yang Anda tulis di menu sama dengan yang benar-benar ditagihkan di struk.

Struktur menu

Urutkan menu mengikuti cara tamu memesan:

  1. Makanan pembuka atau camilan.
  2. Hidangan utama, dikelompokkan berdasarkan jenisnya: nasi, mi, ayam, ikan, dan sayur.
  3. Paket atau menu untuk berbagi.
  4. Hidangan penutup.
  5. Minuman, dipisahkan antara kopi, teh, jus, dan minuman lainnya.

Tandai menu andalan secukupnya, paling banyak satu atau dua per kategori. Jika semua hidangan diberi label "best seller", label itu kehilangan maknanya.

Banyak restoran kini menyediakan menu lewat QR code di meja. Agar tetap nyaman dibaca:

  • Gunakan teks, bukan foto dari menu cetak. Foto menu sulit diperbesar dan isinya tidak bisa dicari.
  • Pastikan ukuran huruf terbaca di ponsel tanpa perlu memperbesar layar.
  • Tetap sediakan menu cetak untuk tamu yang tidak nyaman memakai ponsel atau yang baterai ponselnya habis.
  • Perbarui menu digital di hari yang sama saat harga berubah atau suatu menu habis.

Menu digital juga sering dibuka sebelum tamu datang, misalnya saat memilih restoran untuk acara keluarga. Sertakan jam buka, alamat, dan cara reservasi di halaman yang sama.

Checklist sebelum mencetak

  1. Apakah setiap hidangan punya deskripsi bahan utama?
  2. Apakah level pedas dan porsi tertulis untuk hidangan yang relevan?
  3. Apakah alergen yang umum sudah ditandai?
  4. Apakah keterangan pajak dan service charge sudah jelas?
  5. Apakah harga di menu sama dengan harga di kasir?

Ajak satu atau dua orang yang belum pernah makan di restoran Anda untuk membaca menu dan mencoba memesan. Pertanyaan yang mereka ajukan menunjukkan bagian mana yang masih kurang jelas.